banner 970x250
banner 970x250
banner 970x250

Tari Saman Gayo, Simbol Budaya Aceh Dimata Dunia

  • Bagikan

Gayo Lues, Infogayo | Bicara mengenai seni berarti bicara mengenai kehidupan yang dibalut dalam unsur universal budaya. Sebagai salah satu bentuk  seni yang ekspresif, tari merupakan salah satu seni yang kerap tampil sebagai ciri khas satu daerah. Tarian saman gayo merupakan salah satu kesenian tari yang sudah berkembang dan diakui sebagai warisan budaya dunia oleh pihak UNESCO, yaitu pada acara Konferensi Warisan Budaya yang dihadiri oleh perwakilan dari enam puluh lima Negara di Bali pada tanggal 24 november 2011 adalah tari Saman Gayo. Di aceh sendiri, terdapat tari saman, tari saman gayo khususunya. Daerah yang berada disemananjung dataran tinggi gayo merupakan tempat dimana tari saman gayo berkembang dalam masyarakat. Namun kali ini tari saman gayo hadir dalam ruangan kecil penuh nuansa filosofi kebudayaan bernama ‘Sanggar Inen Manyak Teri.’ Yang terdapat di Desa Sembuang Kecamatan Serbajadi, Kabupaten Aceh Timur.

Sosok Baharuddin adalah pelatih dari sanggar tari tersebut. Bapak Baharuddin kini memiliki penari disanggarnya sebanyak 15 orang. Bagi Baharuudin sendiri, menari bukan hanya soal hobi dan kesenangan namun menari adalah soal mangabadikan budaya, membingkainya indah dalam kenangan yang dibalut prestasi dan pengalaman.

 

Tari saman gayo adalah Kesenian yang disampaikan dengan cara mengandalkan tepukan kedua belah tangan dan tepukan tangan ke paha sambil bernyanyi riang.  Tari saman selalu dimulai dengan kata-kata keagamaan. Misalnya, mmm uo lesa, mmm uo lesa, uooo lesa, uo lesa, lesalamaalaikum. Jika diperhatikan, kata-kata terakir Ini adalah ucapan assalammualaikum. Ini merupakan bagian dari ajaran agam Islam yang selalu menyapa orang dengan ucapan salam. Selain itu ada juga saman yang dimulai dengan ucapan hemmm lailalaho, hemmm lailalaho, lahoya sare hala lemha hala lahoya hele lemhe hele. Ungkapan ini tidak bermakna, tetapi jelas pada awalnya adalah ungkapan “lailahaillah”.

Tari saman ini merupakan penyampaian gagasan yang mengandung nilai-nilai pendidikan secara keseluruhan, dengan demikian tari saman berperan penting dalam kehidupan sosial budaya khususnya dapat memberi sumbangan positif dalam kebudayaan masyarakat Aceh terutama dalam kehidupan kesenian, bahasa daerah, dan adat-istiadat daerah Aceh. Melalui tari saman kita mengerti mengenai hal-hal keagamaan yang diselipkan dalam tiap syairnya. Selain memiliki makna simbolis terkait dengan filosofi budaya masyarakat Gayo, tari saman gayo juga memiliki caranya sendiri dalam merepresentasikan karakter nilai sosial masyarakat Gayo dalam bentuk penyajiannya yang bersifat sederhana, atraktif, fleksibel dan dinamis.

Saman dimainkan oleh kaum pria baik usia remaja dan usia dewasa, maupun anak-anak. Namun untuk pertunjukan tari saman gayo yang baik dan sempurna hendaklah dimainkan oleh orang dewasa. Meski tari saman gayo akan lebih semarak dan menarik untuk ditonton kalau jumlah pemainnya banyak. Namun dalam pertujukan biasa seperti untuk mengisi sutau acara tertentu  dimana waktu penampilan dibatasi yaitu 8-10 menit saman dapat saja dimainkan oleh penari 11 sampai 15 penari. Meski demikian keutuhan saman setidaknya didukung oleh 15-17 penari.

Tari saman gayo memiliki tiga unsur gerak yang meliputi unsur anggota tubuh seperti tangan, dada, dan kepala. Dari ketiga unsur ini maka banyak terlahir ragam gerak yang dihasilkan oleh para penari saman tersebut. Untuk kedinamisan gerak tidak terlepas dari iringan musik atau vokal yang dihasilkan oleh suara tepuk tangan dan pukulan tangan kedada dan paha para penari. Sementara kaki tetap terpaku pada tempat kedudukan karena itu tari saman hanya memiliki satu pola lantai yakni pola lantai garis lurus yang membanjar secara horizontal dari pandangan penonton. Posisi penari duduk berlutut, berat badan tertekan kepada kedua telapak kaki. Penari bahu membahu dan rapat.

Dalam penampilannya Sya’ir yang dilantukan oleh pera penari juga dapat disesuaikan dengan keadaan atau tema tertentu dari acara  dimana tarian tersebut dimainkan. Sya’ir saman ini juga memberikan nilai adat istiadat, jenaka, romantic, remaja, dakwah, yang dapat memberikan pengaruh terhadap masyarakat yang menikmatinya sebagai sarana salah satu media dakwah, hiburan, moral, sosial, muda-mudi, dan patuh taat kepada orang tua. tiap syair mengandung nilai dan banyak pesan yang ingin disampaikan kepada penonton.

Apabila diperhatikan tarian saman melambangkan bentuk shaf ketika sedang melaksanakan ibadah seperti shalat berjama’ah, yaitu duduk secara berdekatan tanpa ada celah di antara kedua bahu penari. Maknanya adalah agar ketika shalat sedang dilaksanakan, tidak ada syeitan yang bisa masuk melalui celah-celah tersebut.

Dalam tarian Saman gayo terdapat tiga kostum yang gunakan selama pertunjukan Saman berlangsung. Kostum pertama adalah baju Saman yang memiliki ciri motif kerrawang khas Gayo Lues dengan warna dasar hitam, disulam benang putih, hijau dan merah, serta ada celana dan kain sarung atau biasa dalam kostum tari di sebut kain songket.

Pada beberapa tahun lalu tarian gayo ditampilkan secara masal dengan ribuan penari penari di lapangan terbuka Gayo, satu pertujukan luar biasa yang akan membuat siapapun melihatnya merinding dan dapat membangkitkan rasa cinta tanah air bagi Nusantara. Dengan semakin seringnya pertunjukan tarian saman gayo terlebih pertunjukan yang berlangsung secara masal dan diselenggarakan di mancanegara tarian ini semakin memperlihatkan pada dunia bahwa Indonesia adalah negara yang sangat menjunjung tinggi persatuan. Secara tidak langsung Indonesia telah memperkenalkan karakternya lewat tarian saman gayo.

Seni tradisonal tari saman gayo ini memiliki nilai yang tak terhingga sebagai budaya warisan nusantara yang telah dilirik dunia sebagai simbol budaya Aceh. ‘Sanggar Inen Manyak Teri.’ sendiri telah melebarkan sayapnya dalam keterlibatan memperkenalkan saman gayo hingga manca negera, mereka kerap sekali tampil dipanggung Malaysia dan Thailand. Tentu ini bukan suatu proses yang didapati secara instan oleh para penari, terlebih pendiri sanggar tersebut. Pak baharuddin dan para penari telah melalui proses latihan dan olah tubuh yang panjang hingga mereka berhak untuk memetik hasil yang gemilang atas apa telah upayakan dengan sungguh didunia seni.

Terlepas dari itu semua, sebagai warganegara Indonesia kita hendaknya terus melestarikan kebudayaan yang ada, memahami, mempelajari dan semakin mengenalkannya secara turun temurun agar apa yang ada tak hilang seiring perkembangan zaman kian meningkat. Tarian saman gayo harusnya dapat diwarisi pada anak-anak hingga generasi mendatang guna untuk menjaga keberlangsungannya. Sebab budaya bukan hanya cirri khas suatu daerah namun budaya adalah identitas bangsa, wajah suatu bangsa dimata negera lain. Lewat karakter yang tertaman ada tiap makna gerak tarinya, keunikan hingga filosofi serta nilainya yang sangat berharga, Aceh telah memperkenalkan tarian saman pada dunia sebagai tarian yang menakjubkan, dipenuhi dengan senandung indah, gerak yang memukau hingga jumlah penari yang sangat banyak, mencerminkan kekompakan, kesatuan hingga persatuan, lewat segala sisi itulah tarian saman gayo patut untuk tetap eksis didunia seni.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *