banner 970x250
banner 970x250
banner 970x250

Presiden DPP LIRA Kirim Tim Advokasi Kawal Kasus Ajudan Bupati Aceh Tenggara Arogan

  • Bagikan

 

(Jakarta)  Presiden DPP LIRA, Andi Syahrani, mengaku akan mengirimkan tim advokasi dalam mengawal kasus pengancaman dan arogansi yang dilakukan ajudan Bupati Aceh Tenggara (Agara).

“Hal ini kita lakukan sebagai bentuk tanggungjawab organisasi,” katanya, Senin (11/4).

Menurutnya, sebenarnya permasalahan ini bukan perkara hukum, melainkan persoalan etika yang semestinya dapat diselesaikan secara etis.

“Semoga ada solusi agar masalah ini selesai dengan baik tanpa harus melalui proses hukum,” harap Andi.

Adapun poin penting lainnya yang dikatakan Presiden DPP LIRA yakni:
1. Mendukung penegakan hukum dan etika untuk aparatur negara, khususnya kepolisian, di wilayah Agara, dengan memproses laporan yang disampaikan oleh Ketua DPD LIRA Agara.

2. Mengimbau agar relasi antara kepolisian dengan organisasi masyarakat sipil terbangun lebih baik dan mengedepankan sikap saling menghargai untuk kepentingan publik.

3. Meminta agar aktivitas kelompok masyarakat sipil dilindungi oleh penegak hukum sebagai bagian penting dari proses demokrasi bangsa ini.

4. Mengedepankan islah dalam penyelesaian masalah warga yang tidak menyangkut kepentingan negara.

5. Di bulan suci Ramadan untuk berlomba melakukan aktivitas yang bermanfaat untuk umat dan mengenyampingkan perbedaan yang tidak penting agar tercipta kerukunan.

Diketahui, buntut aksi pengancaman yang dialami Aktivis Lumbung Informasi Rakyat (LIRA), M Saleh Selian, resmi melaporkan oknum ajudan Bupati Aceh Tenggara (Agara) berinisial MNS ke Propam Polres Agara.

Laporan itu tertuang dalam STTPL/01/IV/HUK.12.10./2022.

Saleh menjadi korban pengancaman oknum ajudan Bupati Agara usai Salat Duhur di Masjid Agung At Taqwa, Kamis (7/4) kemarin. Saat itu, korban tiba-tiba didatangi oknum arogan tersebut di pelayaran masjid.

Seketika rekan korban, As’Ari dan masyarakat langsung melerai kejadian tersebut. Tampak juga oknum arogan tersebut memegang pinggangnya yang diduga terdapat senjata api (senpi) sambil mengatakan kepada korban agar jangan macam-macam.(RED)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *