banner 970x250
banner 970x250
banner 970x250

Muazin Mainkan Alat Musik Tradisional Gayo Yang Punah Rebeb Dalam Bincang PKKG

  • Bagikan


Gayo Lues, Infogayo | Orang Gayo punya sejarah panjang, sejak 8400 tahun lalu di Sumatera. Orang Gayo juga memiliki kekayaan adat istiadat, seni, budaya, dan sastra. “Setelah membincangkan budaya, pendidikan, seni, sejarah, kuliner, kopi, bahasa, dan tumbuhan kunci budaya masyarakat Gayo, kegiatan ke-19 Pusat Kajian Kebudayaan Gayo kembali membahas seni. Tapi, lebih ke alat musik tradisional Gayo,” kata Yusradi Usman al-Gayoni, Ketua Pusat Kajian Kebudayaan Gayo, Senin (4/7/2022).

Dilanjutkan pendiri sekaligus pengelola Perpustakaan Gayo itu, bincang seri #1 Bincang Alat Musik Tradisional Gayo akan membahas dua. “Pertama, dari sisi Gayo, alat-alat musik tradisional Gayo yang ada sekarang. Kedua, dari sisi literatur Belanda yang sempat mendokumentasikan alat-alat musik tradisional yang dimiliki masyarakat Gayo setelah menaklukkan Gayo, sebagai benteng terakhir Indonesia (1904). Juga, dibahas sejarah alat-alat musik tadi. Kalau ada persamaan nama dan bentuk dengan suku dan daerah lain, bedanya di mana,” ujar Yusradi.

Bincang seri #2 dan seterusnya, sambung Yusradi, baru dibahas secara mendalam tiap alat musik tradisional Gayo yang ada sekarang, seperti suling, bensi, teganing, canang, dan masih banyak lagi. Termasuk, alat-alat musik baru yang diciptakan para musisi baru, seperti perau, gerantung, perajah, dan lain-lain. “Tidak menutup kemungkinan, ada alat musik Gayo yang sudah punah. Bagaimana bisa didorong untuk direkontruksi kembali. Dengan demikian, bisa dilestarikan dan diwariskan generasi Gayo mendatang,” tegasnya.

Dalam Bincang Alat Musik Tradisional Gayo, ungkap penulis buku “Tutur Gayo” tersebut, juga ditampilkan pertunjukkan alat musik Gayo yang sudah punah, yaitu Rebeb. “Alhamdulillah, Rebeb sudah berhasil direkonstruksi musisi muda Gayo yang penuh talenta, Muazin Mudereje. Muazin akan memainkan Rebeb. Muazin merupakan alumnus FKIP Pendidikan Seni Universitas Syiah Kuala (USK) dan sempat terpilih sebagai The Best Promising Group in the 20th IMT-GT Carnival, University Technology Mara Perlis Branch, Perlis Malaysia, tahun 2018,” sebut Yusradi.

Kegiatan Bincang Alat Musik Tradisional Gayo Pusat Kajian Kebudayaan Gayo ini diadakan secara daring melalui Zoom Meeting dan terbuka untuk umum, pada Senin malam, 4 Juli 2022, mulai jam 19:30-21.00 WIB, dengan narasumber pelaku seni Gayo Achrial Hasibuan yang dikenal dengan Abang Adek atau Awan Rues dan penelusur dokumen Gayo di Belanda, Zulfikar Ahmad yang di Takengon-Bener Meriah populer dengan peraman Aman Dio, dengan moderator Yusradi Usman al-Gayoni, dan Master of Ceremony (MC) Suhaila Afrah (siswi kelas II SMA Negeri Modal Bangsa Arun Lhokseumawe). Bincang ini bisa diikuti melalui tautan Zoom Meeting https://us02web.zoom.us/j/82786554620?pwd=GDv8uibYJtg-traOHFC3R0Eht8fXvS.1, Meeting ID: 827 8655 4620, dan
Passcode: 563759

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *