banner 970x250
banner 970x250
banner 970x250

45 Pengulu Kampung di Gayo Lues Dilantik

  • Bagikan

Gayo Lues, Infogayo | Bupati Gayo Lues, H.M. Amru lantik 45 pengulu dari total 10 kecamatan. Pilkades sebelumnya dilakukan secara bertahap, gelombang pertama yang dimulai pada bulan Mei dan gelombang kedua pada bulan Oktober 2021 lalu.

Para pengulu yang dilantik yang nantinya akan menanggung jawabi 6 tahun masa jabatannya dihadapkan dengan permasalahan pelik yang sampai ini belum termusnahkan, ke- 45 terlantik diharuskan mampu mengatasi polemik pandemi yang sudah menduduki kabupaten selama 3 tahun terakhir.

Untuk hal ini, Bupati Gayo Lues sampai memerintahkan agar para anggota keluarga pengulu yang akan dilantik untuk tidak diarahkan untuk menunggu diluar gedung demi menghindari terjadinya kerumunan.

Membatasi kuota orang yang masuk, para pengulu hanya diperbolehkan membawa masuk istri saja. Penerapan protokol kesehatan juga terlihat dijaga ketat disekitar lokasi, setiap anggota terlantik dan para pengurus diwajibkan untuk tetap memakai masker dan menjaga jarak selama acara berlangsung.

Bupati Gayo Lues, H.M.Amru terlihat bersemangat saat menyampaikan sambutannya. Kepala daerah seribu bukit tersebut dengan tegas menegaskan agar para pejabat yang dilantik untuk mampu mengayomi masyarakatnya dengan baik. Bupati menekankan para terlantik untuk akselarasi diri, mengerahkan inovasi dan kreatifitasnya demi kemasalahatan bersama.

“Saya tegaskan untuk para pejabat yang dilantik untuk bisa menjaga kondisi wilayahnya dengan baik, jangan malah sampai terjadi gesekan setelah pemilihan dilakukan. Buktikan kualitas kita jadilah pemimpin yang aspiratif, kreatif, inovatif dan cepat tanggap akan kondisi dilingkungan masyarakatnya” Tegas Bupati Gayo Lues.

Bupati mengarahkan seluruh para pengurus pemerintahan kampung untuk tetap berpegang pada program kabupaten dalam menjalankan programnya. Hal ini dimaksudkan agar tidak terjadinya tumpang tindih antar tingkat pengurus pemerintahan.

Menutup sambutannya, Bupati Gayo Lues mengharapkan agar para pengulu sebagai pilar pemerintahan dinilai wajib untuk memiliki kemampuan untuk mengembangkan wilayah yang dinaunginya, tidak hanya soal pengelolaan SDA dan potensi kampung tapi juga kualitas Sumber Daya Manusia-nya.(sl)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *